Ekonomi

Tips Kurangi Tagihan Listrik Membengkak di Masa Pandemi

Tagihan listrik membengkak adalah masalah lain yang dihadapi saat pandemi selain corona. Hal ini perlu disiasati dengan beragam cara agar pengeluaran uang...

Written by Hadi Suryo Winoto · 1 min read >

Selama masa pandemi, Indonesia tak pernah berhenti menghadapi masalah-masalah. Selain virus corona, ada beragam masalah-masalah lain yang menyertainya. Barangkali, masalah terbaru adalah tagihan listrik membengkak di masa pandemi. Banyak warga yang protes dan menyesalkan kajadian ini, mengingat saat ini banyak warga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Pemerintah mengatakan naiknya tagihan karena konsumsi listrik selama masa pandemi bertambah. Akan tetapi, banyak yang sepakat bahwa pertambahan penggunaan listrik selama masa pandemi masih wajar. Hal inilah yang membuat warga kesal, penggunaan dan tagihan tidak sesuai, nominal angka tagihan listrik tidak masuk akal.

Saat pandemi seperti ini kita harus berusaha ekstra untuk bertahan. Masalah naiknya tagihan listrik, perlu kiranya untuk kita siasati. Ada beberapa tips untuk mengurangi tagihan listrik. Berikut adalah tipsnya:

  1. Cabut kabel

Barangkali hal ini dalah hal yang sederhana, mencabut kabel yang menancap di perangkat elektronik. Akan tetapi, hal ini bermanfaat untuk mengurangi tagihan listrik. Kabel yang terhubung ke perangkat elektronik membuat listrik mengalir, ini yang sering tidak kita sadari. Mencabutnya berarti kita telah memutus aliran listrik yang tidak terpakai.

Manfaat lain dari mencabut kabel pada perangkat elektronik adalah menjaga usia perangkat elektronik tersebut. Jika kita memiliki gawai dengan usia tetap prima walau sudah dipakai lama, kita tidak perlu mengecas gawai terlalu sering. Dengan begitu, kita dapat mengurangi biaya tagihan listrik.

  1. Gunakan lampu secara bijak

Penggunaan lampu seringkali sembarangan dan tidak memperhatikan waktu. Gunakan lampu saat sedang kita butuhkan saja. Walau terlihat sepele, membiarkan lampu yang terus menyala dapat membuat tagihan listrik naik drastis.

Pakailah lampu LED, karena lebih sedikit menyerap daya listrik dibanding dengan lampu lainnya. Semakin sedikit daya yang digunakan, semakin sedikit pula tagihan yang dibayarkan. Selain itu, lampu LED memiliki usia yang lebih lama dibanding lampu lainnya, sehingga pengeluaran untuk lampu baru dapat ditekan.

  1. Perbanyak aktivitas non elektrik

Berdiam diri di rumah saja secara terus menerus di masa pandemi membuat hati bosan. Biasanya, kita membunuh waktu dengan gawai kita. Alangkah lebih baiknya, jika waktu selama di rumah saja diisi dengan aktivitas yang menghemat listrik.

Banyak aktivitas yang dapat dilakukan guna menghemat listrik seperti memasak, berkebun, membaca buku, dll. Aktivitas non elektrik tersebut akan semakin asyik saat dilakukan bersama anggota keluarga yang lain. Selain menghemat listrik, aktivitas-aktivitas tersebut akan menambah kemampuan dan pengetahuan kita.

  1. Ganti perangkat elektronik yang sudah tua

Perangkat elektronik keluaran lama lebih membutuhkan banyak daya listrik. Hal ini membuat tagihan listrik naik. Jika mampu untuk membeli perangkat elektronik terbaru, gantilah perangkat elektronik yang lama.

Selain menghemat daya, perangkat elektronik baru lebih sedikit biaya perawatannya. Jadi kita akan menghemat biaya untuk perawatan juga.

  1. Gunakan solar sel

Indonesia adalah negara dengan cahaya matahari terbaik. Menggunakan panas matahari sebagai sumber listrik adalah pilihan yang tepat. Opsi ini terasa lebih mahal di awal, karena kita perlu membeli panel surya terlebih dahulu.

Jika dibandingkan dengan penggunaan listrik yang sama dengan listrik biasa, biaya tagihan listrik dengan solar sel jauh lebih murah. Selain hemat dari sisi biaya, penggunaan solar sel lebih ramah lingkungan.

Itulah tips-tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi tagihan listrik. Jika salah satu atau kesemua tips di atas dapat dilakukan secara konsisten, kamu tidak akan menemui lagi biaya tagihan listrik membengkak.

Written by Hadi Suryo Winoto
Call/WA +62 823-3925-4757 Address: Ujungbatu, Jepara, Central Java, Indonesia 59416 Profile

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *