Kesehatan

Stop Overthinking!

Belakangan ini kita sering mendengar istilah overthinking. Apa itu overthinking dan bagaimana mengatasinya? Artikel singkat ini mencoba menjelaskannya.

Written by Ario Seno Nugraha · 2 min read >

Belakangan ini mungkin kamu sering mendengar istilah overthinking.  Setiap kamu membuka media sosial banyak yang memposting mengenai rasa cemas dan kekhawatiran yang mereka rasakan. Mulai dari sekadar curhatan di feed sampai pengakuan dari teman dekat kamu. 

Rasa cemas ini dirasakan banyak orang terutama saat pandemi melanda. Mereka khawatir mengenai kondisi kesehatan, memikirkan kondisi ekonomi karena tidak bekerja, dan bingung menerka-nerka apa yang akan terjadi di depan. 

Atau justru kamu sendiri sedang merasakan kekhawatiran dan rasa cemas yang mungkin kamu sendiri tidak mengetahui dari mana sumbernya? 

Sebetulnya apa itu overthinking? Apa saja gejalanya dan bagaimana mengatasinya? Mari kita bahas satu persatu. 

Apa yang Dimaksud dengan Overthinking?

Overthinking berasal dari Bahasa Inggris yang memiliki arti memikirkan segala sesuatu dengan berlebihan. Seperti yang kamu ketahui segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik dan dapat membawa kecemasan. Rasa cemas ini dapat terjadi kapan saja. 

Memikirkan sesuatu secara berlebihan biasanya terjadi saat kamu ingin melaksanakan sebuah keputusan besar, misalnya pertunangan, pernikahan, membeli rumah atau kendaraan, atau bisa juga saat sedang menghadapi persiapan sidang skripsi. 

Selain itu kekhawatiran berlebihan juga dapat terjadi saat menghadapi kondisi yang tidak pasti. 

Misalnya ketika pandemi yang saat ini sedang melanda. Berita yang membuat cemas, media sosial yang dipenuhi opini sampai hoax mengenai pandemi yang terus menerus muncul di beranda, sampai kondisi perekonomian yang harus terhenti akan membuat banyak orang merasa gelisah menghadapi hari ke depan. 

Dampak Overthinking terhadap Kesehatan

Memikirkan berbagai hal secara berlebihan akan berdampak bagi kesehatan baik mental atau fisik. Dampak mental akibat overthinking yang paling mudah terasa adalah stres. 

Saat stres, hormon adrenalin meningkat sehingga tubuh mengeluarkan energi. Namun bila energi tersebut tidak terpakai maka akan terserap kembali ke dalam gula darah. 

Penyerapan energi yang tidak terpakai ini akan berdampak terhadap kondisi fisik seperti jantung berdebar-debar, sakit kepala, insomnia, rasa mual sampai ingin muntah, nafas menjadi cepat dan pendek. 

Bila kondisi ini dibiarkan terus menerus akan beresiko ke arah gangguan yang lebih serius seperti meningkatnya resiko penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, diabetes, terganggunya metabolisme tubuh, sampai menurunnya tingkat imunitas. 

Bagaimana mengatasi Overthinking? 

Ada baiknya kamu mengetahui apa saja yang dapat dilakukan untuk menekan atau menghilangkan overthinking. Diantaranya adalah:

  • Mengurangi media sosial

Banyak berita yang berseliweran di media sosial yang hanya membawa rasa takut dan cemas. Mulai sekarang cobalah kamu atur jam membuka media sosial. Cukup baca berita mengenai teman dekat saja, dan hindari berita yang hanya membawa kecemasan. 

  • Cari kegiatan positif

Alihkan perhatian kamu dari penyebab stres dengan mencari kegiatan lain. Misalnya membaca novel yang selama ini belum sempat kamu baca, mencoba menulis, berkebun, bermusik, membuat vlog, berolahraga kecil di rumah, dan lain sebagainya. 

Atau kamu bisa mencoba membuka bisnis rumahan berbasis online, misalnya membuat editing foto dan video lalu promosikan di marketplace, menjual makanan beku yang siap diolah, atau bisnis rumahan lainnya. 

Dengan melakukan hal ini, kecemasan akan berkurang dan kamu sekaligus mendapatkan uang. Menyenangkan bukan?

  • Belajar Bersikap “Cuek”

Mulai dari sekarang kamu bisa coba untuk menghiraukan berita atau kabar yang hanya membawa rasa cemas. Seperti yang tercantum dalam karya populer yang dikarang oleh Mark Manson dalam buku The Subtle Art of Not Giving a F*ck, kamu bisa belajar untuk memilah mana saja hal yang pantas kamu pikirkan dan mana yang tidak. 

Bila kamu dapat menyaring mana saja hal yang memang pantas kamu pikirkan maka beban di kepalamu akan berkurang. 

***

Overthinking dapat menimpa siapa saja apapun kondisi dan status sosialnya. Kamu harus menyadari bahwa overthinking hanya akan membawa dampak buruk untuk pikiran dan raga kamu. 

Karena itu hindarilah penyebab yang dapat menimbulkan kekhawatiran berlebihan, dan tanamkan selalu pemikiran positif dalam dirimu. 

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *