Pendidikan

Perbedaan Narasi dan Listicle

Sekilas sama, tetapi ternyata artikel narasi dan listicle itu berbeda seperti penjelasan berikut ini.

Written by mastermin · 1 min read >

Ketika membaca suatu artikel di website, pada dasarnya ada dua jenis format artikel yaitu listicle dan narasi. 

Bagi sebagian orang listicle ataupun narasi itu sama saja karena keduanya sama-sama digunakan untuk menyampaikan suatu informasi. Namun, kedua jenis format artikel tersebut berbeda.

Format Artikel Narasi

Pada dasarnya, narasi (narrative) merupakan bentuk pengembangan paragraf dari karya tulis atau karangan. Dalam paragraf tersebut menjelaskan mengenai rangkaian peristiwa secara runut. Jadi yang tertulis dalam paragraf tersebut harus runtut dan berkaitan antara yang satu dengan yang lain.

Tujuan dari narasi adalah:

  1. Menyampaikan informasi untuk menambah wawasan audience.
  2. Membagikan pengalaman.

Dari pengertian tersebut, artikel narasi merupakan artikel yang terdiri dari paragraf-paragraf. Dilansir dari saungwriter.com, untuk membagi pembahasan atau fokus pada poin tertentu, maka digunakan sub judul. 

Dengan begitu, orang yang membaca juga dapat memahami inti dari artikel tersebut.

Selain itu, dalam pembuatan artikel narasi, khususnya artikel opini 5W+1H adalah hal yang tidak boleh dilewatkan. Tujuannya agar pembahasan atau opini tersebut memiliki dasar yang jelas dan mudah dimengerti. Selain itu, 5W+1H juga akan membantu untuk mengukur panjang artikel yang ditulis.

Lalu, berapa panjang untuk artikel narasi? 

Panjang artikel narasi tergantung dari yang ingin dibuat. Namun, per sub judulnya memiliki panjang sekitar 300-600.

Panjang tersebut bisa berbeda sesuai dengan platform penulisannya. Berdasarkan pada informasi di saungwriter.com, per sub bab atau sub judul maksimal adalah 300 kata. Terlalu panjang dalam 1 sub bab akan membuat pembaca menjadi malas untuk membaca ataupun bingung untuk membacanya.

Format Artikel Listicle

Jika artikel narasi menggunakan paragraf untuk penyampaian informasinya, artikel listicle lebih menggunakan point atau list. Point atau list dalam artikel akan dijelaskan lewat paragraph. 

Setidaknya ada 1-2 paragraf dengan 3 kalimat sebagai penjelasan dari point list di artikel.

Jika dilihat dari keterangan di atas, sekilas artikel listicle dengan artikel narasi terlihat sama. Bedanya artikel listicle menggunakan bullet and numbering.

Seiring dengan perkembangannya, artikel listicle banyak dipergunakan terutama untuk menjelaskan mengenai sesuatu. Salah satu alasannya adalah karena artikel listicle memberikan suatu kepastian ke pembaca. Penulisan artikel dengan poin tertentu, misalnya “5 Cara….” akan lebih menarik daripada “Cara….”.

Lantas, Apa Perbedaannya?

Jika diperhatikan, baik artikel narasi ataupun listicle sama-sama digunakan untuk menyampaikan informasi dan dapat dikombinasikan. Misalnya artikel narasi yang penulisannya menyertakan point list untuk penjelasannya. Artikel listicle juga menuliskan penjelasan sesuai dengan point yang ditulis.

Walaupun begitu, artikel narasi dan listicle memiliki perbedaan diantaranya adalah seperti berikut:

  • Jenis artikel

Artikel narasi lebih cocok dipergunakan untuk menyampaikan suatu opini, informasi tertentu misalnya rilis ataupun perkembangan. Sedangkan listicle lebih cocok untuk informasi yang tidak terlalu butuh banyak penjelasan. Misalnya mengenai manfaat air putih.

  • Panjang penjelasan

Artikel listicle biasanya memiliki penjelasan point hanya 1-2 paragraf saja. Sedangkan artikel narasi memiliki panjang  penjelasan yang dapat mencapai 300 kata atau lebih.

  • Waktu baca

Artikel listicle memiliki waktu baca yang lebih cepat dibandingkan artikel narasi. Ini karena pembaca akan lebih mudah menangkap pointnya. Sedangkan artikel narasi cenderung memiliki banyak paragraph dan butuh waktu lama untuk dibaca dan dipahami.

  • Gambar

Biasanya, point pada artikel listicle tidak hanya dijelaskan lewat tulisan namun juga lewat gambar. Dengan begitu, pembaca akan lebih tertarik dan betah untuk membaca. Berbeda dengan artikel narasi yang cenderung didominasi dengan text sehingga membuat pembaca bosan.

Jadi, sudah tahu ya apa perbedaan antara artikel  narasi dan artikel listicle. Semoga informasi ini bisa membantu dan menambah wawasan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *