Lainnya

Mau Lebih Produktif? Yuk Terapkan Skala Prioritas Eisenhower Ini

Ada kalanya seseorang menjadi bingung saat dihadapkan dengan terlalu banyak hal untuk dilakukan. Tetapi, semuanya bisa diatasi saat kamu mulai membedakan antara...

Written by Linna Amanda · 1 min read >

Ada kalanya seseorang menjadi bingung dan pusing saat dihadapkan dengan pekerjaan dan tugas yang menumpuk. Terkadang juga sulit sekali untuk membagi waktu antara mengerjakan tugas dan menonton serial televisi. Tetapi, semuanya bisa diatasi saat kamu mulai membedakan antara kepentingan dan keinginan dengan Skala Prioritas Eisenhower.

Apa Itu Skala Prioritas Eisenhower?

Presiden Amerika ke-34 bernama Dwight D. Eisenhower adalah salah satu orang yang pernah berada di posisi itu.

Sebelum sampai ke puncak karirnya, Eisenhower bergabung dengan organisasi militer NATO selama Perang Dunia II. Di sana Ia memegang peran penting sebagai komandan utama yang membawahi seluruh divisi dan seksi yang ada.

Banyaknya tugas yang harus ditanggung membuat Ia bingung untuk memilih mana yang harus dikerjakan duluan dan belakangan. Dari pengalaman pribadi ini, Ia membuat skala yang akhirnya dikenal juga sebagai Eisenhower Matriks untuk meningkatkan tingkat produktivitas.

Bagaimana Skala Ini Bekerja?

Eisenhower membuat skala berdasarkan urgensi dan kepentingan suatu tugas. Agar lebih mudah, tugas dikelompokkan ke dalam empat kotak yang bisa diberi angka. Satu untuk tugas yang paling penting hingga empat untuk tugas yang masih bisa ditunda tanpa waktu tenggat.

Eisenhower sendiri menamakan kotak-kotak tersebut dengan empat kata kerja yaitu Do First, Schedule, Delegate, Don’t do. Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Lakukan Dulu, Jadwalkan, Delegasikan, dan Jangan Lakukan.

  1.   Lakukan Dulu (Do First)

Di kotak ini kamu bisa menulis tugas terpenting yang harus diselesaikan hari itu juga. Selain itu, kamu juga bisa memasukkan tugas yang dirasa sangat penting walaupun tenggat waktunya masih jauh.

Misalnya seperti proyek besar dari kantor atau kampus. Terkadang hal-hal yang menyangkut karir dan pendidikan memerlukan waktu dan konsentrasi lebih untuk menyelesaikannya.

  1.   Jadwalkan (Schedule)

Kuadran prioritas yang kedua ini berfungsi untuk memasukkan tugas yang dirasa penting tapi tidak terlalu darurat. Hal-hal yang tidak memiliki tenggat waktu sama sekali seperti cita-cita juga bisa ditempatkan di sini.

Semisal kamu berencana untuk menyervis motor dan kamu berencana untuk pergi ke bengkel. Sebelum melangkahkan kaki kamu harus berpikir lagi apakah kondisi motor kamu sangat parah sampai harus meninggalkan proyek yang sedang dikerjakan.

  1.   Delegasikan (Delegate)

Harus segera dilakukan tapi kurang penting. Jika kamu dihadapkan dengan suatu kepentingan seperti ini Eisenhower lebih menyarankan untuk meminta bantuan orang lain untuk menyelesaikannya.

Kamu harus pintar merancang manajemen prioritas dengan melibatkan orang lain juga. Tidak ada salahnya jika sewaktu-waktu seorang pekerja kantoran meminta tolong kenalan untuk mengurus pengiriman dokumen penting di kantor pos.

  1.   Jangan Lakukan (Don’t Do)

Di sini kamu bisa menuliskan segala keinginan kurang penting yang muncul secara tiba-tiba. Tetapi tidak berarti mutlak untuk tidak dilakukan, kamu bisa melakukannya setelah semua tugas di skala atas tuntas.

Belanja online atau menonton serial televisi adalah sebagian dari beberapa contoh kegiatan yang bisa sangat memakan waktu dan menjadi kebiasaan buruk. Kamu bisa menghentikannya dengan memanfaatkan skala paling terakhir ini.

 

Kamu bisa menjadi produktif saat sudah memahami betul betapa pentingnya setiap tugas yang kamu punya. Semua bisa dilakukan asal kamu bersedia untuk memfokuskan diri, menahan diri, dan menggunakan waktu dengan bijak. Dari cerita Eisenhower sendiri kita bisa melihat bahwa Skala Prioritas Eisenhower merupakan salah satu kunci produktif untuk menjadi orang sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *