Pertanian

Budikdamber: Pangan Mandiri Dari Rumah

Dewasa ini ketahanan pangan mandiri menjadi sangat penting. Saat ekonomi mengalami gejolak karena pandemi COVID19, semua merasakan susahnya cari nafkah. Budikdamber atau budidaya...

Written by Yeti Trisnawati · 1 min read >

Dewasa ini ketahanan pangan mandiri menjadi sangat penting. Saat ekonomi mengalami gejolak karena pandemi COVID19, semua merasakan susahnya cari nafkah.

Budikdamber atau budidaya ikan dalam ember adalah salah satu upaya mencukupi kebutuhan pangan dari rumah. Bagaimana cara ini bisa menjadi solusi mandiri?

Mengapa Harus Mandiri?

Self sufficient lifestyle adalah sebuah gaya hidup ramah lingkungan yang mengedepankan upaya mencukupi kebutuhan dapur sendiri. Sederhananya, kita membuat dapur hidup dengan bercocok tanam dan beternak dari rumah.

Mengapa penting memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri?

A. Efisiensi Pengeluaran

Teknologi pertanian dan peternakan yang sudah demikian maju, memungkinkan kita mudah bertani dan beternak dengan murah dan mudah. Prinsip reduce, reuse dan recycle limbah rumah tangga juga dapat diterapkan.

B. Kualitas Hidup Lebih Baik

Hasil panen dari produk yang kita rawat sendiri dengan baik tentu kualitasnya akan baik. Selain bertani organik dalam polibag atau pot, kita dapat pula menerapkan budidaya hidroponik dan akuaponik sederhana skala rumah.

C. Tabungan Hidup Di Masa Sulit

Budikdamber adalah salah satu solusi di masa krisis. Saat harga bahan pangan meroket atau daya beli merosot, kita punya tabungan hidup. Budidaya ikan dan sayur dalam satu sistem berkelanjutan memungkinkan kita panen dua bahan pangan secara berkelanjutan.

Ikan dan Sayur dalam Satu Sistem

Memelihara ikan dan menanam sayur secara bersamaan dapat dilakukan dalam skala rumahan. Prinsip akuaponik adalah menggunakan media air yang sama untuk ternak ikan dan menanam sayur.

Sisa pakan dan kotoran ikan akan menjadi pupuk organik bagi sayuran. Akar sayuran, akan menjadi penyaring kotoran dan membuat air tidak berbau. Budidaya ini bisa menggunakan sirkulasi air mengalir, atau yang paling sederhana tanpa air mengalir.

Keuntungan budidaya ikan dalam ember adalah:

A. Hemat dan Mudah

Peralatan yang dibutuhkan hanya ember dan gelas plastik. Benih ikan murah didapatkan, sedangkan bibit sayur bisa daur ulang limbah dapur dengan teknik regrowing atau tanam kembali.

B. Panen Ikan dan Sayur Bersamaan

Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Sekali merawat, bisa panen dua jenis bahan pangan, berkali kali. Sebagai contoh, bisa panen lele setiap 60 hari sekali, dan kangkung setiap 14 hari sekali.

C. Siklus Berkelanjutan

Panen sayuran budikdamber kangkung dengan cara memotong batangnya memungkinkan sayuran untuk tumbuh kembali. Begitupun dengan ikan, akan bereproduksi alamiah secara terus menerus. Dengan demikian, satu siklus dapat hidup berlanjut untuk jangka panjang.

Tips Praktis Budikdamber

Persiapan apa saja yang diperlukan?

  1. ember kapasitas 60 – 80 liter
  2. gelas plastik bekas sebagai pot sayuran
  3. arang sebagai media tanam pengganti tanah
  4. ikan lele (1 ikan per liter air)
  5. bibit sayuran (gunakan sayuran limbah olahan dapur dengan menyisakan bagian akar untuk ditanam kembali)
  6. pakan ikan

Untuk hasil yang optimal, berikut beberapa tips budidaya ikan dalam ember:

  1. siapkan air terlebih dahulu sebelum benih ikan ditebar. Tambahkan probiotik alami untuk menghidupkan bakteri pengurai sisa pakan dan kotoran ikan
  2. puasakan benih ikan selama minimal 1 x 24 jam sebelum tebar
  3. sebagai pemula, cobalah budidaya kangkung terlebih dahulu. Selain mudah tumbuh, kangkung dapat panen 3 – 4 kali dengan cara memotong batangnya dan sisakan 10 cm dari akar
  4. untuk skala rumah, kita bisa membudidayakan 2 atau 3 jenis ikan dalam beberapa ember yang berbeda. Selain lele dan mujair, budikdamber ikan gurame juga dapat diterapkan meski masa panennya akan lebih panjang

Ketahanan pangan mandiri dapat kita lakukan dari rumah dengan cara murah dan mudah. Mengoptimalkan ruang di sekitar kita supaya produktif adalah upaya solutif di tengah darurat pandemi. Dengan budikdamber, kualitas pangan yang sehat dapat diupayakan untuk setiap keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *