Pendidikan

Apa itu LSI Keyword dan Bagaimana Penerapannya

LSI Keyword cukup penting dewasa ini dimasukkan dalam sebuah konten di website. Kini keyword utama dan isi konten yang berkualitas saja belum...

Written by mastermin · 1 min read >

LSI Keyword adalah salah satu cara Google untuk memperkenalkan komponen yang memiliki banyak pengaruh terhadap SEO. LSI ini juga yang menentukan bagaimana Google dalam menilai sebuah halaman. Karena sejatinya konten yang memiliki kualitas tinggi saja ternyata belum cukup.

Tentang LSI Keyword

LSI atau Latent Semantic Indexing memiliki persamaan dengan padanan kata. Jika dijabarkan secara sederhana LSI ini merupakan sebuah sinonim dari keyword utama yang diletakkan merata di seluruh konten dari atas sampai bawah. 

Namun, jika lebih luas lagi LSI keyword bukan hanya sesederhana sinonim kata. 

Bersumber dari saungwriter.com, banyak yang membandingkan LSI dengan keyword density itu adalah hal yang sama. Padahal jelas berbeda, density  merupakan pengulangan keyword yang ada dalam konten. Biasanya kemunculannya tidak lebih dari 1% sesuai jumlah kata. 

Jadi jika jumlah kata dalam artikel ada 1.000 maka pengulangan keyword tidak boleh lebih dari 10 kali. LSI keyword umumnya digunakan sebagai cara memperkenalkan mesin pencari tentang apa saja yang  dibahas pada sebuah konten di website. 

Untuk contoh sederhananya, misalnya sedang membuat artikel tentang “Menulis Artikel”. Ketika orang lain melakukan pencarian hanya dengan mengetikkan kata kunci “Menulis Artikel” saja maka hasil yang muncul adalah berbagai informasi tentang “Menulis Artikel”. 

Hal ini mungkin saja kurang relevan dengan bahasan yang diinginkan. Maka dari itu, gunakan keyword yang lebih spesifik lagi. Mulai dari “cara menulis artikel”, dasar menulis artikel untuk pemula”, contoh artikel yang baik dan benar dan kata lainnya.

Untuk cara kerja LSI keyword sebenarnya cukup rumit, tapi jika dijabarkan secara singkat adalah sebagai berikut.

Pertama sekali search engine akan melakukan proses pencarian persamaan kata yang diketik. 

Kemudian kata tersebut akan diidentifikasi dengan kata atau yang berkaitan secara semantik. 

Lalu yang terakhir adalah mesin pencari atau search engine akan melakukan klasifikasi kata kunci ke dalam kategori nya masing-masing.

Cara Penerapan LSI Keyword

Untuk cara penerapan LSI keyword yang pertama kali dilakukan yaitu, harus menemukan LSI keyword itu sendiri. Cara paling sederhana untuk menemukannya adalah dengan menggunakan mesin pencarian Google. 

Pertama yang harus dilakukan dengan mengetikkan kata kunci utama di kolom Google Search. 

Lalu setelah itu, scroll ke  paling bawah di bagian “Search Related”. Di situ ada cukup banyak keyword turunan yang bisa  jadikan LSI. 

Selain itu, bisa juga menggunakan cari lainnya yaitu Google Suggest, cara ini juga cukup sederhana. Pertama sekali ketik keyword di Google, nanti akan muncul suggest atau semacam saran sebelum biasanya mengklik enter.  

Kedua cara tersebut paling sederhana dan gratis. Setelah mencari LSI keyword, sekarang waktunya adalah menerapkan LSI tersebut ke dalam konten. 

Bersumber dari saungwriter.com, sederhananya dengan meletakkan LSI keyword di judul artikel. Lalu terapkan pula LSI pada meta description. Sisanya  bisa letakkan LSI keyword di bagian isi artikel tapi jangan sampai berlebihan karena bisa menyebabkan keyword stuffing. 

Dilansir dari saungwriter.com, LSI bisa juga digunakan sebagai anchor text. Cara ini tentu memiliki manfaat, yaitu untuk membuat backlink di off page atau internal link di on page. Tapi cara ini hanya merupakan variasi dalam anchor text, karena tetap saja yang memiliki peranan adalah keyword utama. 

Demikian informasi singkat mengenai LSI keyword dan cara penerapannya di dalam sebuah konten. Melalui proses di atas, ada kesimpulan yang bisa diambil bahwa isi konten tidak hanya memiliki manfaat bagi kreator tapi juga pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *