Pendidikan

Apa itu AI dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Pengaplikasian AI sudah marak digunakan, tapi banyak orang yang belum mengenal betul apa itu AI dan bagaimana cara kerjanya. Mari simak ulasannya...

Written by surya wijaya · 2 min read >

Maraknya teknologi robotik membuat sebagian besar orang merasa was was terhadap perkembangannya. 

Alih-alih mengharapkan adanya kemajuan pesat dalam segala bidang, sebagian besar masyarakat justru takut tersingkirkan dari pekerjaannya. Robot diciptakan sedemikian rupa menggunakan teknologi yang sangat populer saat ini, yaitu AI (Artificial Intelligence).

Teknologi tersebut juga sudah ditanamkan di dalam banyak jenis perangkat komputer yang sudah digunakan oleh banyak orang, salah satunya smartphone. 

Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan juga diterapkan dalam penelitian sains. Teknologi ini membantu para ilmuwan dalam memecahkan masalah dalam waktu yang relatif singkat (untuk sebagian besar kasus).

Lalu, apa itu AI sebenarnya? 

Mengapa teknologi ini bisa menjadi sebuah revolusioner yang besar? 

Berikut informasinya!

Mengenal Artificial Intelligence

Orang pertama yang mencetuskan istilah kecerdasan buatan adalah John McCarthy di tahun 1956. Ia mengatakan kalau kecerdasan buatan merupakan bidang yang mempelajari tingkah laku dari manusia yang diprogram dan diaplikasikan oleh sebuah mesin.

Dalam bidangnya, kecerdasan buatan termasuk cabang dari komputer sains yang mempelajari linguistik, kognitif dan logika matematika yang berdekatan dengan dunia robotika.

Dilansir dari saungwriter.com, bahwa kecerdasan buatan dibuat untuk melakukan proses pemikiran seperti mempelajari, berpikir dan koreksi diri. 

Lantas, apa tujuan diciptakannya kecerdasan buatan?

Selain mendukung kinerja dalam bidang industri, kecerdasan buatan memiliki tujuan utama. Tujuannya adalah menjadikan sebuah komputer melakukan hal yang tidak bisa dilakukan manusia saat ini.

Bagaimana AI Bekerja?

Dewasa ini, penggunaan AI faktanya sudah sangat dekat dengan masyarakat. Tapi mungkin saja masih banyak yang tidak menyadarinya. Salah satu contoh penerapan AI adalah saat mencari kata kunci di mesin pencarian Google.

Mesin Google menggunakan algoritma kecerdasan buatan yang bernama Rankbrain untuk menampilkan hasil yang relevan terhadap kata kunci tersebut. Lalu, sekarang ini produsen smartphone juga mulai menerapkan teknologi AI pada sistem keamanan dan kamera.

Proses algoritma kecerdasan buatan tidak luput dari teknologi yang bernama machine learning. Mudahnya, machine learning merupakan metode yang digunakan di dalam kecerdasan buatan untuk membantu sistem dalam mempelajari suatu hal dengan sendirinya.

Bagaimana mempelajarinya? 

Teknologi ini akan menyimpan pengalaman (data) pada sebuah database yang akan digunakan untuk melakukan tindakan yang pasti di masa mendatang. Machine learning fokus pada pengembangan program komputer yang dapat menggunakan informasi untuk mempelajari suatu hal.

Dengan mempelajari pengalaman yang didapat dan mengumpulkannya, membuatnya dapat menentukan keputusan yang tepat dengan pola yang rumit. Itulah mengapa seorang pemain catur ternama Garry Kasparov kalah dengan super komputer IBM pada tahun 1977.

Karena komputer tersebut telah mempelajari dan mengumpulkan informasi yang pada akhirnya dapat memprediksi 200.000 kemungkinan gerakan pemain, sehingga komputer tersebut bisa mengambil keputusan yang tepat.

AI Dalam Bidang Industri

Dilansir dari Saungwriter.com, pengaplikasian kecerdasan buatan pada dunia industri saat ini sangat berguna untuk meningkatkan kinerja suatu perusahaan atau organisasi. 

Berikut 3 keuntungan aplikasi AI dalam dunia industri!

  • Efisiensi

Karena tujuan utama AI adalah melakukan hal di atas rata-rata kemampuan manusia, membuatnya sangat dibutuhkan dalam proses produksi. Mesin-mesin berteknologi kecerdasan buatan mampu mengurangi kesalahan dan dapat bekerja tanpa istirahat.

  • Hasilnya yang sangat akurat

Algoritma yang dibangun untuk menentukan suatu keputusan dengan menggunakan sekumpulan informasi dalam sebuah basis data. Membuatnya bisa menyelesaikan berbagai masalah dengan hasil yang lebih baik dan akurat.

  • Mengurangi Biaya Pelatihan dan Operasi Para Pekerja

Kebutuhan tenaga kerja semakin sedikit berkat adanya mesin berteknologi AI. Yang dibutuhkan para pengusaha hanyalah tenaga kerja seperti pemrogram maupun teknisi untuk mengoperasikannya. 

Sedangkan para pekerja utama tidak dibutuhkan karena sudah diambil alih oleh mesin.

Sehingga, membuat biaya operasi maupun pelatihan dapat dipangkas dan menghemat pengeluaran perusahaan. 

Perkembangan zaman tidak bisa dihentikan, untuk itu setiap manusia harus mampu beradaptasi. Seperti mampu mengenal dan beradaptasi dengan teknologi yang satu ini, yang mampu berpikir dan mengambil tindakan sendiri. Artificial Intelligence akan terus berkembang dan mengubah segala faktor kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *