Bisnis

5 Tips Jitu Membangun Bisnis Kuliner

Sebelum memulai bisnis kuliner, pahami dulu lima tips ini agar tak bangkrut dalam proses membangunnya.

Written by Farhan Akbar Muttaqi · 2 min read >

Berbisnis adalah salah satu jalan untuk mencapai kesuksesan. Saat ini, berkembang banyak variasi bisnis menjanjikan yang dikembangan oleh banyak orang. Salah satu jenisnya adalah bisnis kuliner.

Namun, sebagaimana bisnis pada umumnya, memulai bisnis kuliner tidaklah semudah yang dibayangkan. Meskipun dalam beberapa kasus kita bisa menyaksikan contoh orang-orang yang berhasil dalam membangun bisnis kuliner, nyatanya tak sedikit juga yang gagal dan mengalami kerugian.

Oleh karena itu, sebelum menjalankan bisnis ini, ada baiknya anda memahami beberapa poin penting yang akan dibahas dalam artikel ini. Setidaknya, ada 5 tips jitu yang bisa anda coba agar anda tak salah langkah dalam proses yang anda bangun. Berikut tips yang bisa saya bagikan:

  • Memilih Produk yang Tepat

Bisnis kuliner yang menjanjikan, sangat berkaitan dengan produk yang dipilih. Produk kuliner umumnya ada dua kategori. Ada produk yang musiman, ada juga produk yang tidak musiman.

Produk musiman adalah produk yang mengikuti tren. Biasanya keuntungannya sangat tinggi, namun masa jayanya tidak lama. Sementara produk yang tidak musiman, adalah produk yang tidak mengenal musim. Meski tak pernah terlalu booming, namun ia selalu ada peminatnya.

Anda juga perlu mempertimbangkan kepraktisan. Jika anda menjadikan bisnis ini sebagai sampingan, sebaiknya pilihlah produk yang praktis untuk diolah. Sehingga pekerjaan utama anda tidak terganggu nantinya.Namun jika anda menjadikan bisnis sebagai pekerjaan utama anda, anda tak perlu mempertimbangkannya.

  • Menentukan Pasar dengan Jelas

Agar bisnis dapat mendulang keuntungan secara efektif, anda perlu menentukan terlebih dahulu pasar yang anda sasar. Penentuan pasar ini akan sangat menentukan langkah selanjutnya yang perlu anda ambil. Mulai dari media pemasaran, logo, hingga packaging yang anda gunakan.

Menentukan pasar disini artinya anda harus menentukan, kepada siapa produk anda akan dijual? Apakah anak-anak muda atau orang dewasa? Mau menyasar kalangan menengah ke bawah, menengah ke atas, atau khusus orang-orang kaya? Jawablah ini dengan jelas dan penuh pertimbangan.

  • Promosi di Tempat yang Tepat

Promosi bisnis kuliner juga jangan sembarangan. Agar kerja pemasaran dapat dilakukan dengan efektif, anda perlu memperhatikan kesesuaian produk anda dan pasar yang disasar. Misalnya jika anda membuat produk yang menyasar anak muda dengan tampilan yang unik, bisa gunakan media instagram.

Beda halnya jika anda menjual produk yang harganya terjangkau. Hanya mengandalkan rasa tapi tidak terlalu memperhatikan kualitas tampilan. Maka mungkin sebaiknya anda bisa gunakan sosial media seperti facebook. Berdasarkan pengamatan, setiap sosial media memiliki karakter penggunanya tersendiri.

  • Menjaga Kualitas dengan Baik

Salah satu kelebihan bisnis kuliner adalah potensi repeat order yang cepat. Berbeda dengan penjual spring bed yang pembelinya akan repeat order mungkin dalam waktu bertahun-tahun kemudian. Untuk itu anda perlu memikirkan berbagai faktor yang membuat pembeli membeli ulang produk anda.

Salah satu faktor yang dimaksud adalah soal kualitas. Terutama, kualitas rasa. Agar kualitas rasa ini terjaga, maka sebelum anda meluncurkan produk anda ke publik, alangkah baiknya anda sudah memiliki komposisi yang benar-benar ajeg dan sempurna untuk dijadikan patokan dalam produksi-produksi selanjutnya.

Resiko besar jika kualitas tak terjaga, pembeli tak akan membeli lagi. Bukan hanya itu, bukan tak mungkin ada diantara mereka yang melakukan obrolan dari mulut ke mulut untuk menyatakan kekecewaannya terhadap produk yang anda jual.

  • Memperhatikan Kebersihan

Dari waktu ke waktu, orang semakin sadar akan pentingnya kebersihan. Higienis atau tidaknya makanan atau minuman yang dikonsumsi, kini menjadi standar bagi banyak orang.

Oleh karena itu, agar pelanggan puas, anda mesti menjamin bahwa makanan atau minuman yang anda produksi benar-benar higienis sekalipun proses pengolahannya menggunakan alat-alat sederhana dan dilakukan di rumah. Jangan sampai ada helaian rambut yang menempel, atau bau keringat yang melekat. Bagi sebagian orang itu menjijikan dan menjadikan mereka trauma untuk membeli lagi apa yang anda jual.

Nah, demikianlah 5 Tips Jitu Membangun Bisnis Kuliner yang dapat anda praktekan. Percayalah, jika bisnis dimulai dengan strategi dan cara yang tepat, ia akan berkembang dengan baik. Mudah-mudahan, bisnis kuliner yang anda bangun adalah diantara dari sekian banyak bisnis yang berkembang.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *