Pendidikan

5 Karakter Dasar pada Anak yang Harus Ditanamkan saat Penormalan Baru di Sekolah

Masuk sekolah dengan kebijakan penormalan baru akan membingungkan anak-anak apabila tidak diberikan pemahaman khusus mengenai kebijakan tersebut. Berikut 5 karakter dasar yang...

Penormalan baru yang diterapkan di sekolah ditandai dengan sejumlah protokol yang harus dilalui oleh seluruh pendidik, tenaga kependidikan dan juga oleh anak-anak sebagai peserta didik. Sesulit apapun itu, mereka harus menjalankannya, untuk kepentingan bersama.

Mudah jika mereka semua adalah orang dewasa yang bisa diberi pemahaman secara lisan langsung, namun sayang, mereka adalah anak-anak yang memiliki fokus yang tidak sama dengan orang dewasa. Perlu pola-pola tertentu dalam memberikan pemahaman kepada mereka terkait protokol kesehatan tersebut.

Lima karakter dasar berikut menjadi hal yang sangat penting untuk ditanamkan pada Sang Anak, agar mereka mampu menjaga dirinya ketika hidup perdampingan dengan Covid-19 di sekolah.

1. Hidup Disiplin

Anak-anak berbaris rapi, namun tetap disiplin dengan menjaga jarak aman dan memakai masker.

Menanamkan karakter disiplin dalam kehidupan Sang Anak memang cukup sulit, apalagi kalau lingkungannya tidak mendukung pola tersebut. Wajib adanya, ketika penormalan baru di sekolah, seluruh orang yang terlibat di dalamnya untuk mencontohkan kedisiplinan tersebut secara nyata.

Himbauan lisan maupun tulisan, seyogianya dibarengi dengan contoh yang nyata. Jangan sampai, ketika guru menghimbau untuk tetap menjaga jarak, sementara Sang Guru sendiri sering kali berkerumun di hadapan mereka.

2. Hidup Sehat

Anak memberi contoh pada anak yang lain untuk memakan makanan yang sehat.

Memberi mereka alasan kenapa kita harus hidup sehat adalah pembelajaran paling awal untuk menanamkan karakter sehat dalam pola hidup Sang Anak, ketika penormalan baru di sekolah mulai berlangsung.

Tidak hanya memberikan gambaran tentang korban Covid-19 saja, namun harus lebih dari itu. Seperti efek jangka panjang apabila kita tetap menjaga kesehatan, walaupun pandemi telah berakhir.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara-cara menyenangkan, seperti dengan bermain peran, namun dengan tetap menjaga jarak, tentunya.

3. Hidup Bersih

Mencuci tangan kini harus menjadi bagian dari karakter hidup bersih bagi seorang anak.

Kebersihan dan kesehatan adalah satu kesatuan, tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Penanaman karakter ini harus semakin gencar dilakukan, mengingat, kebersihan merupakan jalan pembuka menuju sehat.

Mengajarkan untuk mencuci tangan yang baik atau tidak membuang ingus sembarangan adalah contoh besar dalam pembentukan karakter disiplin pada masa penormalan baru di sekolah ini.

Tidak hanya diperintahkan secara lisan, tapi juga harus dicontohkan dan dibiasakan secara nyata oleh setiap orang yang ada di sekolah.

4. Peduli pada Sesama

Menjaga jarak bukan untuk saling membenci, namun untuk saling peduli.

Hal ini sangat perlu ditanamkan, karena untuk mengikis rasa egois pada anak yang -kadang- merasa dirinya sehat, padahal ia bisa saja membawa virus dan menularkannya kepada teman-temannya.

Salah satu kunci keberhasilan penormalan baru saat di sekolah, bahkan untuk lingkungan luar sekolah sekalipun adalah terletak pada sejauh mana orang-orang yang berada di dalamnya mempunyai kepedulian yang tinggi pada sesamanya.

5. Jujur

Apresiasi anak ketika bersikap dan berkata jujur.

Karakter jujur harus semakin gencar ditanamkan karena semua orang, saat pandemi belum berakhir, bisa saja menjadi orang yang terpapar dan menjadi pasien, dan kejujuran pada dokter  mutlak adanya.

Mengajarkan kejujuran pada anak dengan porsi yang lebih saat di sekolah bisa dimulai dengan menanyakaan tentang apa yang telah dilakukannya dalam menjaga kesehatan, kebersihan dan kepeduliannya pada sesama setiap harinya.

Apapun yang telah diungkapkannya atas apa yang telah dilkukannya dalam masa penormalan baru di sekolah, layak diapresiasi oleh para guru dan orang tua.

Nah, itulah lima karakter dasar yang seyogianya ditanamkan oleh guru di sekolah, terlebih-lebih oleh Anda yang telah memiliki anak dalam usia sekolah. Sehingga, buah hati Anda telah siap menghadapi penormalan baru kapanpun itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *