Pendidikan

5 Gejala Toxic Parents yang Harus Diwaspadai

Menjadi orang tua adalah jalan hidup yang mulia. Sayangnya, sebagian besar masih menganggap peran ini cukup dijalani secara alami saja. Artinya, kita...

Written by Yeti Trisnawati · 1 min read >

Menjadi orang tua adalah jalan hidup yang mulia. Sayangnya, sebagian besar masih menganggap peran ini cukup dijalani secara alami saja. Artinya, kita tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk mendidik buah hati dengan ilmu dan keterampilan pengasuhan yang cukup.

Biasanya, kita mengulang pola asuh orang tua yang mungkin sudah ketinggalan jaman. Kebiasaan negatif pengasuhan dapat membuat kita terpeleset dan menjadi toxic parents (orang tua beracun) bagi buah hati kita.

Apa saja gejala yang harus diwaspadai?

Reaksi Negatif

Toxic parents signs atau tanda orang tua toxic yang paling sering muncul adalah reaksi negatif dan respons berlebihan. Orang tua toxic sering meledak hanya karena perkara sepele. Kecenderungan membesar besarkan kesalahan kecil, tanpa disadari adalah racun bagi psikis anak.

Reaksi berlebihan juga dapat muncul sebagai sikap mudah tersinggung. Bahkan, ketika anak melakukan kesalahan tanpa sengaja, orang tuanya bisa marah besar. Seolah-olah, anak sengaja keliru atau tidak cukup berusaha memenuhi keinginan orang tua.

Waspadai bila tendensi ini sering muncul dan membuat kita selalu negative thinking pada anak. Rasa tidak percaya akan membuat mata batin orang tua menjadi buta.

Ketidakmampuan Berempati

Gejala berikutnya adalah tak mampu berempati pada kondisi anak. Hal ini disebabkan karena toxic parents adalah individu yang self-centered. Artinya, semua hal berpusat pada kebutuhannya, keinginannya dan kemauannya.

Kebutuhan untuk selalu dipenuhi dan dituruti mengalahkan kemampuan untuk memahami kebutuhan anak. Jadi, hati-hati dengan ekspektasi dan tuntutan kita yang terlalu tinggi ya. Harapan yang sehat haruslah sesuai tingkat tumbuh kembang anak.

Kontrol berlebihan

Ada satu dari sekian toxic parents quotes yang menggambarkan dengan baik, akar penyebab tumbuhnya racun dalam pengasuhan. “Orang tua yang sengaja menciptakan ketegangan dalam hubungan dengan anaknya adalah orang tua yang bermasalah dengan kontrol.” Tanpa disadari, kontrol berlebih adalah cermin dari ketidakmampuan berkomunikasi dan terhubung secara emosi dengan anak.

Waspadalah bila muncul dorongan untuk mengendalikan anak secara berlebihan. Gejala ini bahkan bisa muncul pada orang tua yang anaknya sudah berusia dewasa. Tuntutan orang tua toxic biasanya sangat tinggi melampaui batas kemampuan anak.

Pengkritik Super

Bagi orang tua toxic, semua hal cenderung kurang atau tidak benar di matanya. Mereka punya tendensi menyalahkan orang lain untuk berbagai kegagalan, konflik dan permasalahan hidup. Hal ini tentu buruk bagi psikis anak karena terus menerus disudutkan sebagai pihak yang salah.

Dewasa ini, peneliti dan berbagai toxic parents journal menggarisbawahi bahayanya pengasuhan beracun bagi tumbuh kembang anak. Gagalnya sebuah keluarga berfungsi dengan sehat, salah satunya disebabkan oleh hubungan orang tua dan anak yang buruk.

Anak yang tumbuh dalam pengasuhan beracun, cenderung: merasa diabaikan, direndahkan harga dirinya, tidak berguna, tersiksa batin dan tidak stabil emosinya. Semua yang dirasakan anak, direkam olehnya sebagai rujukan perjalanan hidup kelak di masa dewasa. Terbayang bukan, lingkaran kekerasan mental yang akan terus menerus terjadi dari generasi ke generasi?

Setelah mengenal lebih dekat lima gejala toxic parents, mari kita introspeksi. Hindari pikiran dan ujaran negatif. Realistislah dengan ekspektasi terhadap anak serta berusaha berempati dengan kondisinya. Hidup sehat tak hanya makan dan minum yang bergizi. Nutrisi jiwa juga harus dipenuhi.

Bila perlu bantuan, segeralah hubungi konselor dan ubah diri kita menjadi orang tua yang positif bagi buah hati tercinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *