Bisnis

4 Tips Mengatur Keuangan Perusahaan

Roda perusahaan akan dapat berjalan dengan lancar jika ditopang oleh kondisi finansial yang sehat serta managemen yang matang. Itu sebabnya tips mengatur...

Written by agus kurniawan · 1 min read >

Bisnis tidak sekedar mencari keuntungan, tapi juga memahami bagaimana cara mengatur keluar-masuknya uang serta cara mengendalikan keuangan perusahaan. Karena bisnis hanya dapat berjalan dengan lancar jika ditopang oleh kondisi finansial yang sehat dan tertata dengan baik.

Persoalannya, tidak sedikit pengusaha yang meremehkan managemen keuangan perusahaan dengan membiarkan keluar masuknya uang tanpa terkontrol. Alhasil, jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, pengusaha tersebut akan sulit untuk mengetahui seperti apa arus keuangan perusahaan dan bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya.

Guna menghindari dampak-dampak negatif dari buruknya managemen keuangan itulah, seorang pengusaha wajib memahami cara mengatur keuangan perusahaan. Berikut beberapa cara yang harus diperhatikan.

Pisahkan Keuangan Perusahaan

Setiap perusahaan harus memiliki rekening tersendiri yang terpisah dari rekening dan buku keuangan pribadi. Terlebih jika sistem keuangan bisnis menggunakan sistem bank transfer.

Pemisahan rekening ini akan membantu mengetahui lebih detail arus kas dan memberikan informasi tentang kondisi finansial perusahaan.

Mencampuradukkan rekening pribadi dengan rekening perusahaan atau rekening perusahaan yang satu dengan yang lainnya, akan membuat pengusaha sulit untuk mencari tahu kondisi dari masing-masing perusahaan yang dimilikinya.

Penggunaan Uang yang Terencana

Penggunaan uang harus direncanakan sebaik mungkin dengan tidak menggunakan uang secara berlebihan terlebih untuk sesuatu yang tidak bermanfaat dalam mendongkrak penjualan.

Buat skala prioritas terhadap berbagai kebutuhan yang dibutuhkan perusahaan, dengan tujuan untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Analisa untung rugi harus selalu dilakukan setiap kali akan menggunakan uang agar uang yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat bagi perusahaan.

Dengan membuat skala prioritas dan melakukan analisa untung rugi, pengeluaran akan dapat direm atau ditunda untuk sementara waktu, dan jika terpaksa tidak bisa ditunda maka dapat disiasati dengan menekan pengeluaran untuk pos-pos yang lain.

Cara inilah yang menjadikan keuangan perusahaan senantiasa dalam kondisi stabil dan terhindar dari defisit.

Berpikir Jangka Panjang

Seorang pengusaha harus berpikir jangka panjang, termasuk dalam memanage keuangan perusahaan. Artinya, saat berhitung tentang keuangan perusahaan, jangan hanya berpikir tentang kondisi perusahaan pada saat itu saja, tapi juga harus dipikirkan masa depan perusahaan, termasuk masa depan dari diri pengusaha itu sendiri serta masa depan para karyawan.

Karena itu, sisihkan anggaran untuk melindungi semua aset perusahaan, baik yang berbentuk benda maupun aset sumber daya manusia dengan mengikuti asuransi, seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi tenaga kerja, serta yang lain.

Perhatikan Kesejahteraan Karyawan

Sisihkan pula anggaran untuk kesejahteraan karyawan, karena produktifitas kerja mereka akan dapat bertahan atau bahkan meningkat jika kesejahteraan mereka terpenuhi. Bila perlu  ikut sertakan pula putra-putri mereka asuransi pendidikan agar masa depan anak-anak mereka terjamin.

Keperdulian yang diberikan kepada karyawan tersebut, tidak hanya menguntungkan karyawan yang bersangkutan tapi juga memberikan keuntungan bagi perusahaan. Hal itu disebabkan karena berdampak pada peningkatan produktifitas kerja serta membuat karyawan memiliki komitmen dan kepedulian yang lebih terhadap keberlangsungan perusahaan.

Seorang pengusaha juga harus berpikir bahwa suatu saat dia harus pensiun karena usia, begitu juga dengan karyawan-karyawannya. Untuk itu harus dipikirkan sedini mungkin, bagaimana solusinya agar dia dan seluruh karyawan dapat menikmati hari tua dengan tenang tanpa dibebani problem keuangan.

Memiliki tabungan yang cukup bagi pengusaha serta memberikan pesangon yang layak bagi karyawan yang memasuki masa pensiun menjadi satu keharusan. Untuk itu, diantara arus keluar-masuknya keuangan perusahaan harus ada budget yang disimpan untuk diri pengusaha dan untuk karyawan yang kelak memasuki masa pensiun.

Keuangan perusahaan yang dikeluarkan untuk jaminan hari tua tersebut bisa disimpan dalam bentuk tabungan hari tua, tabungan berjangka, asuransi, atau cara lain yang dapat memberi jaminan pensiun bagi pengusaha dan seluruh karyawan. (*)

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *